Semua orang pernah patah hati, namun SOPHIE berkarya di tengah rasa
sedih itu. SOPHIE yang lahir di Yogyakarta 17 Mei 2002 ini mengusung
jenis musik alternatif pop.
SOPHIE beranggotakan Hendra (vokal, acoustic guitar), Imron (guitar),
Dodhi (Bass), Bonie (drums, percussions) dan Ferry (keyboards,
synthesizer & programing). SOPHIE punya cita-cita membuat lagu
karya sendiri dan mengkomunikasikan ke seluruh penjuru negeri bahkan ke
dunia.
Mengapa dinamakan SOPHIE? Menurut sang vokalis, Hendra, kata "SOPHIE"
diambil dari bahasa Yunani yang berarti bijaksana. Nama ini dipilih
supaya SOPHIE bisa mengajak orang lain untuk berbuat, merasakan, dan
menyikapi segala sesuatunya dengan bijaksana.
SOPHIE memperkenalkan musik mereka pertama kali dengan mini album indie
yang berisikan lagu hitsnya yang sudah terkenal "Amorisa." Setelah itu
mereka juga meluncurkan single "Kenangan Menyakitkan". SOPHIE juga
menunjukkan keahlian mereka dengan sebuah soundtrack film indie "Bawakan
Aku Bunga" yang lagunya diadaptasi dari karya Erick vokalis Endang
Soekamti.
Penghujung tahun 2004, SOPHIE berhasil merilis sebuah karya album yang
diberi tajuk "Philosophie." Album ini digarap sendiri bersama produser
Pongki Barata melalui recording label Namora Record dan distributor
Warner Musik Indonesia.
Album ini berisikan 9 lagu yang menceritakan filosofi kehidupan yang
beragam yang sering dialami dalam kehidupan. Sebagai single pertamanya
dipilih lagu "Kenangan Menyakitkan". Rencananya lagu ini akan
divisualisasikan dalam bentuk video klip oleh Four Colours dan rancangan
cover album oleh Tomo Newdays & Arizdjoe.
SOPHIE memandang karya musik mereka banyak bercerita tentang kekecewaan
saat harus berpisah ataupun patah hati. Mereka menjelajahi suatu makna
sebuah hubungan yang tak selamanya berjalan dalam kebahagiaan. Dengan
konsep mereka yang seperti itu mereka tidak takut albumnya tidak laris.
"Perpisahan ibarat pertemuan, kami memahami perasaan orang yang
ditinggalkan," ujar Hendra saat ditemui detikhot di basecamp SOPHIE Jl.
Bimokudro No. 78 Sapen Yogyakarta. "Jika suatu saat orang gak patah
hati ya jual saja album kita, tapi kita yakin mereka akan mencari album
kita lagi," ungkap mereka spontan. "Kami berkumpul karena saat itu kami
semua patah hati, dari player sampai crew dan management pas lagi patah
hati dan SOPHIE menilai itu suatu keindahan.
